Sekitar 60 mahasiswa dari Universitas Harvard harus dikeluarkan setelah terlibat kasus contek massal.
Situs asiaone.com melaporkan, Sabtu (2/2), kasus ini muncul
ke permukaan pertama kali pada Agustus tahun lalu. Ketika itu, pihak
kampus menyatakan 125 mahasiswa diduga telah membantu mahasiswa lain
saat ujian akhir.
Surat kabar terbitan mahasiswa Harvard, the Harvard Crimson,
kemarin melansir sebuah surat elektronik dari Dekan Fakultas Seni dan
Ilmu Pengetahuan Alam, Michael Smith, yang menyebut lebih dari setengah
kasus kecurangan telah diketahui pihak kampus.
Sekitar setengah dari mahasiswa itu saat ini sedang dilakukan
pemeriksaan. Namun, pihak Universitas Harvard tidak bisa dikonfirmasi
terkait masalah ini.
Pihak universitas mengatakan sejumlah besar mahasiswa kemungkinan
terlibat dalam membagi-bagikan kunci jawaban atau menyontek dengan teman
sekelas mereka saat ujian itu.
Universitas Harvard yang terletak di Kota Cambridge, Negara Bagian
Massachusetts, merupakan salah satu kampus ternama sejagat. Para
mahasiswa di univesitas ini harus membayar sekitar Rp 611 juta per
tahunnya jika ingin terus kuliah.






0 komentar:
Posting Komentar